Jumat, 05 September 2014

Sinopsis - Test Pack

Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagasmedia
Genre : Romance, adult
Terbit : 2006 (Cetakan ketujuh)
Tebal : xiv + 230 hlm
ISBN : 979 – 3600 – 96 – 9
Harga : 23.000
Kondisi : Second
Menikah, memiliki anak, dan hidup bahagia selamanya adalah keinginan – hampir – semua orang. Tapi, bagaimana jadinya jika tak satupun seorang anak hadir dalam pernikahan yang sudah berdiri selama tujuh tahun?
“Terkadang dunia berputar tidak sejalan dengan apa yang ada di hati. Keinginan tidak searah dengan apa yang terjadi.” – Tata – Hlm. 156
Tata dan Rahmat hidup bahagia sebagai suami istri. Tata berprofesi sebagai seorang Pengacara, dan Rahmat berkerja sebagai Psikolog. Namun, pekerjaan mereka tampak saling bertolak belakang. Tata sering ditugasi untuk menyelesaikan masalah perceraian. Sedangkan Rahmat lebih berusaha untuk mendamaikan suami istri yang ingin bercerai.
Tunggu, Test Pack bukan membahas masalah ini. Tapi ini tentang rumah tangga Tata dan Rahmat yang tak juga mendapatkan seorang anak meskipun mereka sudah tujuh tahun menikah.
“Saya nikah sama kamu kan karena saya ingin nikah sama kamu, karena saya sayang kamu, bukan karena kamu hamil… bukan karena kamu bisa punya anak atau nggak…” – Rahmat – Hlm. 10
Buat Rahmat, anak bukan jadi masalah besar asalkan dia masih bisa bersama Tata. Namun, buat Tata, anak sudah menjadi ambisi dalam hidupnya. Dia ingin seorang anak yang dia lahirkan sendiri. Itulah sebabnya, Tata selalu melakukan pengecekan menggunakan test pack. Dia mengumpulkan test pack itu dalam kantong plastik. Bahkan, Tata mengoleksi berbagai bentuk test pack. Sampai-sampai, jika ada teman yang pulang dari berpergian, oleh-oleh untuk Tata adalah test pack.
Sayangnya, tanda dua garis merah yang lama dinanti Tata tak pernah muncul. Semakin hari, Tata semakin tertekan. Masalah anak dan kehamilan  jadi masalah yang sensitif untuknya.
Sebenarnya, Rahmat juga menginginkan seorang anak. Namun, dia berusaha tetap tegar dengan keadaan rumah tangganya agar Tata tetap memiliki pegangan untuk terus kuat. Rahmat sudah bertekat, dia tidak akan meninggalkan Tata meskipun istrinya itu invertil.
“Saya sayang kamu, Ta… saya ingin kamu jadi dunia saya. Kamu mau ‘kan?” – Rahmat – Hlm. 169

“Bagi dunia, kamu mungkin hanya seseorang. Tapi bagi saya, kamu adalah dunia yang selama ini sata cari.” – Tata – Hlm. 169 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar